Bendera merupakan lambang negara. Tiap negara punya bendera masing-masing. Tentu dengan makna yang berbeda juga. Dan Indonesia berbendera merah putih, merah untuk ‘berani’ dan putih untuk ‘suci’. Jadi, arti bendera merah putih adalah ‘berani karena benar’. Tahun 1944, bendera merah putih dipilih sebagai bendera negara kita. Yang memilihnya adalah Panitia Lambang Negara, diketuai oleh Ki Hajar Dewantara. Penasihatnya adalah Soekarno dan M. Hatta.
Saat pemilihan warna bendera, diperkirakan tidak banyak pertentangan. Soalnya, bendera merah putih sudah dekat dengan kehidupan bangsa kita sejak dulu. Beberapa bukti tentang hal itu:
1. Prasasti Gunung Butak tahun 1294 yang menuliskan pemberontakan Kediri melawan Singosari. Saat itu Kediri mengibarkan bendera merah putih.
2. Mpu Prapanca mencatat dalam kitab Negarakertagama pada tahun 1365 bahwa Majapahit adalah keraton merah putih
3. Kerajaan Mataram memuliakan bendera merah putih yang disebut gula kelapa
4. Tanggal 19 Juni 1825 bendera merah putih dikibarkan sebagai tanda perjuangan di bawah kepemimpinan Pangeran Diponegoro
5. Perhimpunan Indonesia atau Indische Vereeniging yang didirikan di Belanda tahun 1908 berbendera merah dan putih dengan gambar kepala banteng
Bendera merah putih yang dikibarkan pada 17 Agustus 1945 dijahit oleh Ibu Fatmawati. Bendera itu disebut bendera pusaka, yang sangat berharga. Jadi, tidak boleh sampai jatuh ke tangan penjajah. Salah satu bukti betapa berharganya bendera pusaka adalah ketika terjadi Agresi Militer II tahun 1948 di Yogyakarta. Saat itu Presiden Soekarno diasingkan ke Bangka. Sementara itu, Jenderal Sudirman sedang perang gerilya. Maka, kepemimpinan di Istana Negara di Yogyakarta kosong. Dan bendera pusaka harus diselamatkan. Jika sampai jatuh ke tangan Belanda, Indonesia bisa kehilangan kemerdekaannya. Bendera pusaka diselamatkan dengan cara disobek menjadi dua bagian. Merah dan putih. Kedua bagian itu dibawa ke Jakarta oleh dua orang yang berbeda dan dengan jalur yang berbeda pula. Mereka naik kereta dan menyusuri jalan-jalan kecil di perkampungan, demi mengamankan bendera pusaka. Setelah sampai di Jakarta, bendera pusaka dijahit kembali.
0 komentar:
Poskan Komentar