Baru ditinggal bapak ibu pulang ke Pekalongan beberapa jam lalu, aku udah ngerasain yang namanya homesick! Kangen rumah, kangen keluarga. Kangen semuanya deh. Sebelumnya aku juga pernah ngalamin suasana homesick kayak gini, dulu pas lulus SD langsung dimasukin ke Gontor.
Rasanya homesick? Parah bangettt. Dada kita sesak. Nggak mau ngelepasin apa yang lalu. Kangen ortu, kangen adek, kangen rumah, kangen orang orang sekitar. Kangen semuanya deh.
Minggu pertama di kos kayaknya aku bakal mengucurkan air mata, wkwkwk. Untuk selanjutnya, aku akan berusaha hidup mandiri dan bertanggungjawab.
Belakangan aku sering melamunkan banyak hal. Dari yang sangat penting sampai yang sangat tidak penting.
Kamu punya impian? Apa? Jadi dokter? Jadi guru? Jadi orang kaya? Masuk surga? Yap. Semua pengen hidup bahagia di dunia dan akhirat. Aku juga. Aku ingin sukses di dunia akhirat.
Balik ke judul, impian. Impianku, aku mau jadi sukses. Tapi sebenarnya, impian terbesar seorang wanita adalah menikah dengan orang yang mencintainya, juga yang ia cintai. Punya anak, dan hidup harmonis. Aku masih 18 tahun kok mikirnya udah jauh ya? Hehehe, gak papa kan.
Aku mikir, nanti aku menikah dengan siapa ya? Umur berapa ya? Terus, pengen punya anak berapa ya?*dijitak readers. Membayangkan sebuah pernikahan yang sakral, benar2 membuat jantungku berdebar2. Aku ingin pernikahanku kelak benar2 hanya akan terjadi sekali seumur hidup. Dan hanya bisa terpisahkan oleh maut.
Lagi tiduran, eh tiba2 ingat kejadian konyol plus memalukan pas SMP dulu. Ketawa sampai sakit perut kalo ingat kejadiannya. Kayaknya emang aku yang bego aja, ckck~
Jadi gini, dulu aku pernah pake 'facial foam' merk pond's. Pertama pake agak heran juga. Why? Heran karena kok kayaknya facial foam yang ini gak ada busanya ya. Aneh banget. Padahal, aku pake biore, garnier, dkk, ada busanya. Yaa mirip2 sabun mandi, namanya aja facial FOAM :D. Akhirnya lama2 mangkel juga ya. Setelah hampir setahunan make, aku coba baca dengan teliti tulisan2 di kemasannya. Ya ALLAH! Tau nggak, ternyata itu Handbody lotion. Bukan facial foam! Aku nyengir kuda. Jadiiiii selama setaun, aku pake handbody lotion sebagai facial foam?!! Begoooo,..ckck
Sekarang, kalo mau beli produk2 gitu, aku pelototin bener2 deh. Itu handbody lotion, apa facial foam, apa cleanser, apa toner. :D
Kalian juga pernah ngalamin hal konyol bin memalukan kayak aku nggak? :D
pengen curhat pemirsaaaa. aku heran banget kenapa ya aku selalu nggak pernah merasa beruntung dalam hal-hal kecil. contohnya nih, kalo ibu atau adikku ikut acara yang ada doorprizenya, mestiiii deh, ada aja barang yang dibawa pulang. sembako kek, jam tangan kek, ato apalah. tapi kalo aku yang ikut gituan, beeeh jangan ditanya. GAK PERNAH MENANG. atau kalo ibu ikut kuis di majalah-majalah, mesti menang juga. bingung aku, apa emang gak ada keberuntungan dalam hidupku ya? yah, aku sih berbaik sangka aja, kalo itu bukan rezekiku.
tapi kenapa ya, kayaknya satu keajaiban tuh datang nggak tanggung-tanggung ke hidupku. maksudku, sekalinya dapat keberuntungan, dapetnya sekalian gede. contohnya, pas tes poltekkes, dulu, soalnya ada 100 butir: B. Indo, B. Inggris, matematika dan IPA. sueeeer pemirsa, yang mtk sama sekali gak kukerjain. dilirik aja kagak, apalagi dikerjain #nendang tembok#. jadi waktu itu, yang mtk, aku ngerjainnya asal-asalan. sama sekali nggak ada yang ngitung.
naaah, ajaibnya, aku lolos. ya, aku lolos. keberuntungan banget, mengingat mtknya sama sekali nggak kusentuh. yaaa meskipun masuknya non reguler siiiih non reguler aka jalurnya orang yang nilainya pas-pasan. tetep aja aku ngerasa kalo itu sebuah keajaiban yang Allah kasih ke aku. nih ya, masuk poltekkes aja udah kuanggap sebagai sebuah keajaiban, apalagi masuk universitas sekelas Itb atau Ugm. wuuh, sesuatu banget dehhh :D
terus, ada lagi aku pernah dapat pulsa 150 ribu dari internet, yaaa pake
usaha sih.
akhirnya aku sedikit tersadar. kita bukannya nggak dikasih keberuntungan, tapi kita dikasih keajaiban, yang lebih indah dan lebih besar. dan lagi, mungkin aja kita dikasih keberuntungan tiap hari. cuma karena kita menganggap keberuntungan tersebut sebagai hal yang biasa sedangkan menurut orang lain itu adalah satu keberuntungan maka kita nggak menganggap itu satu keberuntungan. gimana???? ini ceritaku, apa ceritamu?
Sering banget iri liat temen-temenku yang becanda bareng kakaknya, atau jalan bareng kakaknya. Seru-seruan bareng kakaknya... Tau kaaan? Aku anak pertama. Yaaa anak pertama. Yang dikasih 4 orang adik (l-l-p-l) yang selalu aku marahin tiap hari *plak, jangan ditiru wahai para pemirsa sekalian*.
Dari dulu aku pengeeeeeen banget yang namanya punya kakak. Terserah deh mau kakak cowok atau cewek. Lebih baik sih, punya dua-duanya. Tapi mau gimana lagi yah, emang nasibnya jadi anak sulung :( , .
Aku punya adik 4. Yazid yang lahir tahun '97. Jafar tahun '01. Mutik '04. Dan si bungsu Yusuf tahun '06. Kebayang kan pemirsa, gimana ramenya rumah aku? Tiap hari mesti ada aja yang nangis. Dari semua adikku, gak ada yang paling dekat atau paling akrab. Semuanya dekat. Cuma, karena Mutik satu-satunya adik cewek, jadinya mending klop sama aku. Soalnya, yang lainnya cowok yang tiap hari bikin sebel and marah. *_*
Meski tiap hari ada aja yang diributin, aku sayang adik-adikku. Pengen jadi kakak yang baik buat mereka. Tapi belum bisa :( . Meski tiap hari bikin aku jengkel, kalau nggak ada mereka, aku ngerasa ada sesuatu yang gak sempurna, ada yang hilang. Jadinya, mereka tuh nyebelin tapi ngangenin. Gimana yaak?
Masih ada harapan buat punya kakak :( . Tapi sekarang lebih bersyukur karena punya adik-adik yang manggil aku 'mbak'.
Teman-temanku bilang, 'kamu pendiam ya', 'kamu ni tertutup', dan lain-lain. Oke, aku sepenuhnya mengakui dengan sesadar-sadarnya bahwa aku ini: pendiam, pemalu, susah bersosialisasi.
Aku baca di internet, kepribadian itu punya dua tipe: ekstrovert dan introvert. Dan selama ini orang berpandangan bahwa menjadi ekstrovert adalah pilihan yang baik.
Aku pernah stres berat (yang cuma aku yang tau). Gara-gara dibilang egois, pendiam, gak mau tau masalah orang lain, keras kepala, susah bergaul. Aku sampai nangis. Apa sampai segitunya aku? Bahkan dia bilang kalau aku ini seolah-olah nggak butuh orang lain untuk hidup. Bercanda? Mana ada orang yang bisa hidup sendiri?
Dan semua orang bilang, untuk jadi orang sukses, jadilah seorang ekstrovert. Terus, orang introvert nggak bisa sukses?
Bukannya nggak mau bersosialisasi, tapi sejujurnya aku nggak betah lama-lama berinteraksi dengan orang lain. Aku perlu istirahat buat ngisi energi. Aku nggak suka basa basi.
Tapi, yang aku ingin tanyakan, seberapa besar orang ekstrovert memahami orang introvert? Aku selalu berusaha memahami mereka teman-temanku yang ekstrovert. Walau kadang bosan, aku selalu berusaha
jadi pendengar yang baik. Aku coba buat bercanda dengan mereka. Tapi kenapa mereka nggak ngerti kalau orang introvert itu butuh berdiam diri. Mereka salah mengartikan diamnya orang introvert: sombong, kaku dan tertutup.
Kadang aku masih suka depresi berat kalau ada yang mencelaku tentang sifatku yang introvert. Tapi aku lebih bisa menerima diriku yang sekarang ini. Aku yang introvert.
Sering ya, kita ini merasa kurang atas apa yang sudah ada. Dimulai dari diri sendiri: kurang cantik, atau kurang tampan. Naik ke tingkat berikutnya: kurang harta.
Benar, kita ini manusia yang jarang sekali bersyukur. Pernah nggak, di saat kita senang, kita bersyukur pada Allah? Yang ada, saat nikmat itu dicabut dari diri kita, baru kita merasa bahwa Allah sangat sayang
pada kita. Baru kita merasa bahwa betapa nikmat semua yang telah Dia beri.
Mungkin, dalam hal kepandaian, kita patut iri. Dengan merasa iri, kita akan terpacu semangatnya untuk lebih maju. Tapi iri pada hal selain kepandaian, bukan iri yang baik. Iri pada tetangga yang punya motor baru, pada teman yang punya laptop baru, pada orang lain yang punya harta melimpah.
Jangan melulu melihat sesuatu di atas kita. Bukalah mata kita pada sesuatu yang jauh di bawah. Di luar sana, banyak sekali orang miskin. Jauh lebih miskin dari kita. Pun banyak orang yang terlahir dengan fisik tak sempurna. Kita harusnya paham benar bahwa betapa Allah Maha Penyayang.
Kalau kita hitung-hitung, sebenarnya kita itu udah sangaaaaat beruntung. Kita yang sehat ini nggak perlu cuci darah. Cuci darah itu mahal, dan harus dilakukan seumur hidup. Udara yang kita hirup juga gratisss. Padahal nih ya, satu tabung oksigen yang ada di rumah sakit itu harganya muahalll. Sekarang, kita udah dikasih oksigen secara gratis sama Allah, setiap hari pula! Belum lagi kesehatan yang kita dapat. Juga harta-harta lain.
Tutup mata kita beberapa detik saja. Bayangkan, apa yang telah kita dapatkan selama ini. Dan rasakan, betapa tak terhingganya nikmat yang telah Allah berikan.
Mengutip dari sebuah buku:
"Sebenarnya batas sempit dan luas itu tertancap dalam
pikiranmu. Kalau engkau selalu bersyukur atas nikmat dari Tuhan,
maka Tuhan akan mencabut kesempitan dalam hati dan pikiranmu.
Ketahuilah bahwa doa seorang hamba tidak mesti diterima, karena
manakala Allah membuka pintu pemahaman pada engkau ketika Dia tidak
memberi engkau, maka ketiadaan pemberian itu merupakan pemberian yang
sebenarnya."
Selamat
tahun baru semuanya. Tahun yang baru, awal yang baru. Semangat yang baru. Hati yang baru. Sikap
yang baru. Hari yang baru. Dan hidup baru. Semuanya serba baru. Semoga tahun
ini lebih baik dari tahun yang telah lalu. Amin
Apa yang ada di
pikiran kalian kalau mendengar kalimat ‘donor darah’? pasti kepikiran tentang
jarum besar dan darah. Ya nggak?
Aku pertama kali
- dalam hidupku - donor darah tanggal 25
Oktober yang lalu. Waktu itu, PMI datang ke sekolah. Pas istirahat kedua, aku
rencananya mau donor darah sama temenku. Tapi sialan, tiba-tiba dia takut.
Padahal, udah masuk perpus –yang waktu itu dipakai sebagai tempat donor darah-.
Naah, daripada malu-maluin, yaa akhirnya donor darah juga deh.
Pertama-tama kita
timbang berat badan. Ya pastinya aku cukup dong, wong BB ku itu di atas 45 di
bawah 60 (minimal donor darah, Bbnya harus 45 kg). Hahahahaa. Lalu, periksa
tensi darah. Nggak boleh rendah, juga nggak boleh tinggi. Setelah itu, cek
golongan darah. Dengan cara disuntik. Waktu itu aku yang disuntik adalah jari
manis tangan kiri. Rasanya yaa nyut-nyut gitu, haha.
Ternyata, darahku
itu kental banget, warnanya merah pekat kehitaman gitu, golongan darahku juga O.
Setelah itu dicek. Hemoglobinnya cukup apa nggak. Pas itu, darahku dicemplungin
ke suatu cairan -nggak tahu itu apa-.
Ternyata pas diliat, tetap aja darahnya kental.
Ada satu temanku juga mau donor darah, pas diperiksa tenyata darahnya
encer banget, jadi nggak boleh didonor. Kurang hemoglobin, kata petugasnya.
Akhirnya, aku
disuruh tidur. Terus petugas yang satunya ngambil kantong darah yang
terhubung dengan jarum suntik dan segala
macam peralatan. Lenganku dibuka terus disuntik yang dekat bagian siku. Ituu
loh yang biasa disuntik perawat pas kita di rumah sakit buat ngecek darah,
tau?? Tenang, aku aja juga nggak tau, ahahaa.
Aku kira
disuntiknya tuh sakit, abis ukuran jarumnya bikin agak merinding gitu. Ehh,
ternyata aku salah. Rasanya disuntik tu, ya kayak disuntik biasa. Agak
ckit-ckit. pas jarumnya masuk, lenganku dibungkus sesuatu, kayak bahan yang
untuk tensi darah itu, mungkin tujuannya biar darahnya cepat mengalir??? –nggak
tahulah-
Plen, pas darah
kita diambil, nggak kerasa loh. Sama sakali nggak kerasa apa-apa. Beda sama
jarum infus. Jadi, darahnya itu mengalir tenang dan deras, tanpa ada rasa sakit
sedikitpun. Petugasnya juga baik, ngajak ngobrol yang lucu-lucu juga. Mau dong
ntar kalau donor darah lagi, ketemu sama petugas yang sama, heehehehe.
Darahku disedot
sekitar 15 menit. Tapi ternyata baru dapat 1 kantong kecil aja.
Finally, udah
gitu, jarumnya dilepas, dan kantongnya disimpan ama petugasnya. Terus disuruh
minum air sama makanan kecil. Mungkin maksudnya untuk mengganti cairan darah
yang keluar yaa?
Beberapa menit
setelah donor darah, kepala terasa agak pusing dan perut terasa mual. Mungkin
ada hubungannya dengan cairan tubuh yang diambil secara tiba-tiba, sehingga
tubuh harus beradaptasi???? Karena itu disarankan, setelah donor darah, tiduran
dulu sekitar 5 menit-an lah. Sambil minum susu atau air atau teh.
Habis gitu,
pulang ke kelas dengan perasaan senang. Kenapa? Karena berhasil mengalahkan
ketakutan akan ‘donor darah’. Horeeeeeeee!!!
Aku nggak tahu
siapa yang akan menerima donor darahku, tapi aku berharap darahku akan
bermanfaat bagi yang membutuhkan. Senang rasanya, bisa berbuat sesuatu untuk
sesama. Meskipun hanya hal kecil.
Rencananya,
bulan Januari atau februari, pengen donor darah lagi. Lumayanlah dapat
susu ama makanan kecil tanpa harus ngeluarin duit. Hahaha
Jadi, buat kalian
yang ada keinginan untuk donor darah, jangan takut. Ingat, betapa berharganya
darah yang kalian sumbangkan itu untuk mereka yang sangat membutuhkan. Oke deh,
sekian cerita aku. Sampai jumpa dengan cerita lain, di waktu yang lain pula.
Dadahhhhhhhh
aku letih menunggumu di sini
terus berusaha supaya hati ini selalu setia
tapi apa daya
asaku menghilang begitu saja
saat kudengar kau sudah bersama yang lain
aku yang menunggumu
semakin terabaikan oleh waktu
dan kau yang tak pernah memahamiku
aku diam bukan berarti aku tak terluka
hanya tak ingin orang-orang tahu saja
tentang diriku, bahkan kau sama sekali tak peduli
aku selalu bersabar
namun kini kesabaranku hilang entah ke mana
ia tak nampak lagi di hatiku
atas janji yang kau ucap tempo dulu
sudah, lupakan saja
aku tak lagi berharap itu 'kan jadi nyata
bagiku cukup sampai di sini saja
goresan di hati ini sudah terlalu dalam
maafkan atas kelemahan rasaku
kuputuskan untuk berhenti menunggu
Terkadang masih bingung. Apa itu teman? Kenapa ada teman akrab dan tidak?
Hari ini bertengkar dengan seorang teman. Karena masalah yang dia anggap besar. Jadi serba salah. Meskipun sudah minta maaf. Mulutnya seperti diplester, tidak mengucapkan sepatah kata pun. Hanya menganggukkan dan menggelengkan kepala saja. Benar-benar bikin orang merasa sangat bersalah. Jujur, memang aku salah. Tidak mendengar apa yang dia ucapkan. Tapi lama kelamaan jadi kesal sendiri. Dia anggap aku ini makhluk transparan? Begitukah? Yang terjadi, terjadilah. Toh, tidak bisa lari dari masalah hidup. Satu selesai, muncul yang lain. Dia bilang, kaca yang retak tak bisa kembali seperti semula. Memang seperti itulah semua. Tapi mana ada gading yang tak retak? Apa ada manusia sempurna?
Bunga yang indah dan semerbak, kebanyakan dikelilingi oleh duri. Contohnya mawar dan kaktus. Menakjubkan. Karena dari duri-duri itu menyembul bebungaan yang sedap dipandang mata. Apa di hati manusia yang berduri juga tumbuh bunga? Entahlah...
Bebungaan liar yang tumbuh di tepi jalan
Tak terawat
Namun rekahnya indah
Menyeruak di antara semak berduri
Sepanjang jalan
Yang ditumbuhi ilalang
Berwarna-warni
Adakah yang menyadarinya?
Mereka terabaikan
Terasing dalam kehidupan
Adakah yang merawatnya?
Oh, tak perlu
Setiap hari hujan pun telah memuaskan dahaga mereka
Mentari pun telah memberi semangat pada mereka
Bulan dan bintang senantiasa menemani mereka
Bebungaan yang liar itu
Senantiasa tertawa pada kehidupan
Tetap tersenyum
Meski dalam keterasingan
Tetap berterimakasih pada Sang Maha Mencipa
Tanggal 25 April kemarin, sekolahku mengadakan studi wisata ke Yogya. Tujuan wisata kami adalah Candi Prambanan, Keraton Yogyakarta, dan Malioboro. Sedangkan obyek studinya adalah CV. Karya Hidup Sentosa.
Candi Prambanan, saat kami ke sana, suasananya terlihat kacau. Batu-batu berserakan di sana-sini (mungkin akibat gempa?). Tidak juga terlihat para pekerja yang membereskannya. Ada pula satu candi yang terlihat dipagari. Sepertinya, akan ditata ulang? (entahlah...aku juga nggak tahu)
Banyak bule yang ke sini juga. Aku ingat sebuah pengalaman yang sangat memalukan di sini. Saat itu, temanku, Yanti meminta berfoto pada seorang bule cowok (waktu itu, si bule sedang bersama seorang cewek..mungkin pacarnya???). Saat itu Yanti berusaha berbicara panjang lebar (dia itu Bahasa Inggrisnya payah kalau di sekolah, hahaha). Tapi dengan entengnya, si bule menjawab gini, “No”. Singkat, jelas dan padat. Hahaha... aku bisa lihat wajah Yanti yang menahan malu. Dari sini, aku dapat pelajaran. Ternyata memang negara kita ini masih dipandang sebelah mata oleh orang asing. Setidaknya, bule itu bisa menolak secara halus atau paling tidak, memberi senyum pada kami. Yah, dia tuh paling nggak harus respek pada kita, secara, dia itu kan tamu *manggut-manggut*.
Habis dari Prambanan, kami melanjutkan perjalanan ke Keraton Yogyakarta. Di sini kalau mau ambil gambar, harus membayar sebesar seribu rupiah dulu. Teman, di sini aku juga dapat pengalaman yang sangat-sangat tidak mengenakkan. Di luar keraton, banyak pedagang yang menjajakan aneka dagangan. Seperti aneka sandal, tas, sepatu, sampai jajanan oleh-oleh. Saat itu, kami ditawari seorang ibu-ibu penjaja dodol. Karena tergiur dengan harga yang murah (saat itu ia menawarkan 4 kotak dodol dengan harga Rp. 10.000), tanpa pikir panjang lagi, kami langsung membeli dodol tersebut. Setelah dibuka di bus, ternyata isi dodol-dodol tersebut hanya secuil!! Astaga!!! Coba kalian bayangkan!! Jelas saja kami langsung mengumpat tak karuan, karena merasa sudah ditipu. Sekedar saran untuk teman-teman yang akan membeli buah tangan, sebaiknya beli saja di toko-toko besar yang banyak tersebar di pinggir jalan. Biarpun sedikit lebih mahal, tapi kualitas dan kuantitasnya lebih terjamin.
Setelah itu kami pergi ke CV. KHS. Cuma liat-liat doang. aku juga baru pertama kali ini masuk ke dalam pabrik. Ternyata, lumayan mengerikan juga isinya.
Habis itu kami ke Malioboro. Udah itu pulang deh ke Pekalongan. Sampai sini dulu ceritaku. daaaaaaaaaaaah
Abis tu jalan-jalan ke Malioboro sampai kaki kami rasanya hampir mau copot. Setelah itu, pulang deh, hehehe. Udah dulu ah ceritanya. Bye allll............. ^_______________^
Akhirnya hari ulang tahun yang aku tunggu-tunggu datang juga. Duh, senangnya. Bukan apa-apa sih. Hari ini pun sama seperti hari kemarin. Cuma, nggak tahu kenapa, hari ini terasa lebih spesial dan menyenangkan. Apa karena sugesti, ya??!! Nggak tahu juga lah!!!
Hari ini usiaku genap 17 tahun. Wuaah, sweet seventeen yak? Hehe........ seperti biasa, seperti tahun-tahun sebelumnya, nggak ada lilin, kue, atau kado-kado. Yang ada hanyalah doa-doa dari orang di sekeliling aku, yang aku cintai. Doa yang tulus dari mereka menurutku jauh lebih berarti daripada kado-kado atau pun lilin-lilin atau pun kue tart.
Eh, meski pun nggak dirayakan, tapi kalau pas lagi ultah, orang tuaku biasanya menyanggupi apa yang aku minta lho. Kayak tahun kemarin nih, aku minta dibeliin HP. Padahal, aku nggak serius juga ngomongnya, karena aku juga udah punya HP. Tapi, mereka tetap membelikanku. Atau pada tahun-tahun sebelumnya, aku dibelikan buku favoritku yang menurutku cukup mahal. Selain itu, biasanya bapak ngajak kami sekeluarga makan di luar, sambil sedikit belanja-belanja gitu. Lumayan buat refreshing. Pada hari ultahku, biasanya ibu juga nggak ngomel-ngomel >.<...jadi lebih ayem gimanaaa gitu ^_^.
Terakhir, aku berharap semoga di hari bahagia ini, aku bisa jadi lebih baik ke depannya, tentu dalam hal yang baik pula. Semoga semua sifatku yang jelek berkurang dan digantikan sifat-sifat yang lebih baik. Amin. Semoga aku jadi pribadi yang lebih dewasa lagi...semoga aku bisa membawa nama baik diriku, keluargaku, agama dan bangsaku...
Aku pertama kali ngeblog itu tahun 2009. Waktu itu cuma sekedar iseng aja. Aku sama sekali gak paham apa itu blog, apa itu entri, apa itu laman, and so on...
Aku lupa blog pertama aku. Tapi, yang jelas bukan ini. Blog ini kalau gak salah, blog ketiga. Tapi, akhirnya cuma blog ini aja yang aku kembangin.
Pertama kali nulis blog, biasa aja. Tapi, lama kelamaan aku jadi kecanduan. Blog menurutku, adalah diaryku. Di blog, aku bisa menulis apa saja yang aku suka. Pengetahuan, lirik lagu, berita, opini, atau cuma sekedar curhat yang gak penting, haha... Tapi, dengan itu pula, rasanya senang sekali. Bisa berbagi dengan yang lainnya. Bisa bebas mengeluarkan unek-unek dalam hati. Karena ini dunia maya, aku nggak takut. Jadi, bisa lebih berekspresi. Hahay...
Aku juga suka banget baca blog yang isinya tentang berbagai curhat. Cinta, hidup, orang tua, teman, politik, atau apa pun itu. Tapi, cari blog yang kayak gitu susahnya minta ampun. Si mbah google lebih memprioritaskan blog yang isinya iptek aja. Huhuuu. .
Lagian, aku itu orangnya pendiam kalau di real life. Lebih suka menulis daripada ngomong. Lebih suka mendengarkan daripada bicara. Sampai-sampai temenku bilang, "Kamu nih, jangan terlalu pendiam, napa?"
Punya adik? Nakal apa penurut? Kalau adiknya penurut sih, asik dong. Tapi, kalau punya adik kecil yang nakal, bandel, jahil, suka ngelawan, cerewet, etc...gimana tuh? Pasti susah banget ngurusinnya.
Yaah, itulah yang terjadi denganku (*plak!*). Aku punya 4 orang adik yang sifatnya seperti yang aku sebutin tadi itu. Pokoknya, nyebelin deh. Tiada hari tanpa bertengkar. Dan pastinya, tiada hari tanpa tangis..hahaha..
Aku sering banget marahin adikku, bahkan, sampai main tangan segala *ups, yang ini jangan ditiru ya*. Tapi, habis itu, aku pasti nyesal. Kenapa gak bersabar aja?..
Meskipun begitu, adik-adikku itu ngangenin '-_-'... Sehari gak ketemu, rasanya ada yang kurang. Apa karena udah kebiasaan ya?
Adik yang masih kecil, belum tau mana perbuatan baik dan mana perbuatan buruk. Jadi, harus selalu diajari dan diajari terus. Lagian, adik nakal mungkin karena dia gak ada teman buat main atau dia nakal karena ingin diperhatikan.
Nabi SAW bersabda: "Surga berada di bawah telapak kaki ibu..."
Dengan adanya hadist ini, mengindikasikan bahwa betapa kita harus menghormati para ibu yang telah melahirkan kita ke dunia ini. Ibu mengandung kita selama 9 bulan. Emang gampang apa?ibu menggendong kita yang ada di rahim SETIAP HARI. Ke mana-mana dibawa. Lalu melahirkan kita dengan susah payah. Coba kalian bayangkan. Ditambah ibu yang menyusui dan membesarkan kita. Semuanya bukan perkara mudah. Tapi ibu kita melaluinya dengan sabar.
Ibu tak pernah minta imbalan atas apa yang telah ia lakukan. Ibu hanya ingin kita hidup lebih baik, ibu ingin kita berhasil. Ibu ingin kita membuatnya bangga.
Cobalah luangkan waktu sebentar saja. Ingat apa yang telah ia lakukan pada kita. Ingat pada semua jasanya. Dan biarkan air mata kita menetes karena kita sadar bahwa tak 'kan pernah bisa kita membalasnya.
Menghormati ibu berarti menghargainya, bisa merawatnya saat ia sakit, atau memijitinya saat ia kelelahan, dan mematuhi apa yang ia perintahkan.
Seorang teman bertanya: bagaimana kalau ibu kita adalah seorang wanita penghibur?
Ibu, bagaimana pun ia, tetaplah seorang ibu. Dalam konteks ini, kita dituntut untuk menghormatinya, bukan mengikuti hal tak baik yang ia lakukan. Kita tetap bisa berbakti tanpa harus mengikuti jejaknya. Alkisah, pada zaman dahulu, ada seseorang yang memelihara seekor babi. Ia ditanya, kenapa kamu memelihara hewan yang diharamkan Allah? Lalu ia menjawab, ini adalah ibuku. Subhanallah...luar biasa. Bahkan seorang ibu yang berbentuk seekor babi pun tetap dihormati oleh anaknya....
Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Begitu juga dengan ibu. Sebelum kita dan ibu dipisahkan dengan kematian, berusahalah untuk selalu menjadi anak yang berbakti.
First, I apologize if my English is bad. I tried to spill my feelings on this blog. It is about my beloved country. Thank's for reading.
I am an Indonesian. Already dezen of years living in Indonesia. And I really love Indo more than any other country. I know a lot of corruption here, a lot of deforestation, and the destruction of nature. I also know that in Indo there are still many poor and homeless. Many children live on the streets for a bite of rice. Health and education is still a very expensive things. I also know if a natural disaster came and went upon my country. I also know that my country does not include developed countries. Yeah, I know all that.
But, beneath it all, many positive thinga that I love from my country. I love our martial art: silat. I like to dancing our traditional dance. I like to write letters of Javanese even though I am not good at it. I really like to listening the song "Caping Gunung". I am very proud to see how a sense of nationalism is very large in Indonesian community. Suppoters of ball cheer their national team players with passion burning. You can see it at AFF competition. I love oru heroes who are willing to sacrifice their lives for a freedom. I like to see the Indonesian citizen is very friendly. I like to see our people reached out to each other when disaster shed their tears. God embraces us all with all those disasters.
No need plenty of reasons to love something. I think everyone would love their own country. It would be so pathetic if there is someone who hates his/her own country.
Pernah gak dibuat marah sama seseorang? Misalnya, janji gak ditepati padahal kita udah nunggu satu jam sampai lumutan, buku kita dihilangkan padahal besok ada tugas dari guru yang harus dikumpulkan, baju kita dikotori padahal besok harus dipakai untuk hajatan di rumah saudara, telpon gak diangkat padahal ada hal super penting yang harus dibicarakan.
Rasanya, pasti kesel sebal marah campur aduk jadi satu. Padahal, dia itu sahabat baik kita. Masa tega sih, berbuat begitu? Kalau sedang marah, rasa-rasanya orang itu asing banget buat kita, seperti gak kenal sama sekali.
Ada sebuah tips dariku. Yaah semoga bisa membantu kalian...
Saat kita marah, cobalah kita ingat-ingat kebaikan yang telah dilakukan orang lain pada kita. Mengingat kebaikan orang lain itu menyenangkan, lho. Bisa buat pikiran kita jadi dingin. Kita jadi ingat ternyat mereka pernah berbuat baik pada kita. So, kita harus membalasnya dengancara memaafkan mereka setelah mereka berbuat salah. Kalau kita mengingat kejelekan mereka, yang ada kita malah jadi pendendam karena kita hanya ingat kejelekan-kejelekan yang orang lain perbuat terhadap diri kita.
So, saran dari aku cuma satu. Jika kalian marah, cobalah mengingat-ingat kebaikan dari orang lain. Itu bisa sedikit mendinginkan hati kalian dan membuat kalian lebih mudah memaafkan mereka. Jangan lupa, no body is perfect. tak ada orang yang sempurna di dunia ini. Jangankan kita, bahkan nabi pun pernah berbuat salah. manusia itu tempatnya salah dan lupa. Jangan pernah berpikir bahwa kita tak pernah berbuat salah sama sekali! That is a great false...